Sebuah kutipan dari Peter Drucker: “The best way to predict the future is to create it” atau dalam konteks di industry Kesehatan maka kita dapat terjemahkan bahwa masa depan pelayanan rumah sakit bukan sesuatu yang kita tunggu, akan tetapi cara terbaik adalah dengan sesuatu yang kita ciptakan. Melalui tonggak teknologi informasi sebagai salah satu penggerak utama maka rumah sakit bersama Medinfras telah memulai era yang bernama transformasi digital.
- Quantum Infra Solusindo sebagai perusahaan pencipta dan pengembang software SIM-RS Medinfras yang fokus untuk kebutuhan Rumah Sakit/Klinik sangat merasakan suasana COVID-19 yang membuat gejolak di industri Kesehatan di Indonesia untuk pertama kalinya mengalami percepatan transformasi digital secara “Unprecedented” yang berarti Rumah Sakit/Klinik menerapkan digitalisasi atas kejadian yang belum pernah terjadi atau pernah ada pengalaman sebelumnya.
- Quantum Infra Solusindo dan Rumah Sakit/Klinik bersama-sama melakukan transformasi digital yang disediakan SIM-RS Medinfras dengan metodologi “Learning by Doing”, aktif belajar dari kesalahan, lalu menganalisis dengan praktik langsung, dan terakhir melakukan rencana untuk terus melakukan perbaikan yang berkelanjutan. Disini dan di Tengah-tengah tantangan global, industri kesehatan sedang memulai perjalanan menuju masa depan Digital Health yang lebih mengeksplorasi peran Teknologi Informasi agar lebih strategis, lebih inklusif, dan berkelanjutan.
Perjalanan PT. Quantum Infra Solusindo selama 13 tahun lebih di industri Kesehatan di Indonesia telah mendorong kami untuk mengadakan pertama kalinya event “Medinfras User Gathering” di Grand Garuda Ballroom – Episode Hotel Gading Serpong pada hari Rabu (24/09/2025) dengan tema yang diusung adalah “Leveraging Power of IT to Shape The Future of Healthcare”.
Ini adalah wujud nyata apresiasi PT. Quantum Infra Solusindo kepada seluruh user pengguna SIM-RS Medinfras di berbagai Rumah Sakit/Klinik untuk bertemu, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mendapatkan pengetahuan baru perihal solusi software pendukung atau fitur-fitur SIM-RS Medinfras yang terkini dan penting untuk dapat diterapkan di Rumah Sakit/Klinik.

Acara ”Medinfras User Gathering” dibuka dengan “keynote speech” oleh Bapak Benny Hendra selaku direktur PT. Quantum Infra Solusindo yang menerangkan terjadi dua dampak digital transformasi yaitu:
- Dampak pertama Terjadi re-definisi IT dan perluasan digitalisasi dengan kebangkitan Artificial Intelligence (AI) beserta turunannyta yaitu Generative AI, AI Agent, dan Agentic AI.
- Dampak kedua Terjadi ledakan data atau yang kita biasa sebut Big Data yang dapat menyimpan beragam tipe data bukan hanya gambar tetapi juga audio dan video. Big Data dibutuhkan untuk membantu berbagai riset, statistic, dan termasuk pengembangan AI.
Tantangan atas kedua dampak tersebut adalah kebutuhan keamanan dan akses data yang HARUS terjamin atau istilahnya Cyber Security. Mengapa menjadi sangat penting karena pada Semester pertama tahun 2025 terjadi 133,4 juta (22 jt/bln) serangan Siber di Indonesia yang meningkat lebih dari 400% dari tahun 2024.
Agenda kedua dilanjutkan oleh Bapak Anggi Rifa Pradana sebagai Senior IT Cybersecurity Logique yang juga merupakan Co-Founder Komunitas Orang Siber, menjelaskan secara specific mengenai Cara Ransomware Bekerja dan Strategi Mitigasi. Hal tersebut membuka wawasan para C-Level Rumah Sakit/Klinik yang hadir, dimana salah satunya dr. Andry Wibowo, MPH – Kabid Penunjang Medis RS DR. OEN SOLO BARU yang memberikan feedback “Sebelumnya saya kira ransomware ini titik lemahnya pada program. Tapi ternyata pada pengguna atau karyawan (people) di organisasi”. PT. Quantum Infra Solusindo sendiri sudah bekerjasama dengan Logique dalam penetration test untuk infrastructure dan software aplikasi.
Agenda ketiga dilanjutkan dengan pemaparan mengenai PACS Lifetrack dari Lifetrack Medical System Private Ltd yang diwakili oleh Mr. Raymond Lim sebagai CFO & Commercial Director. PACS Lifetrack merupakan sistem “browser based” yang mengurangi biaya lisensi untuk tiap workstation sistem PACS pada umumnya termasuk juga tanpa ada biaya untuk setiap penambahan alat/modality baru di department Radiologi/Imaging. Terakhir PACS Lifetrack dapat mendukung kebutuhan integrasi dalam grup Rumah Sakit/Klinik yang cukup membeli satu lisensi saja tetapi terhubung dalam “single hub” yang dapat diakses untuk multi Rumah Sakit/Klinik. PT Quantum Infra Solusindo dan Lifetrack telah memiliki use case integrasi antara SIM-RS Medinfras dengan PACS Lifetrack di Rumah Sakit.
Pembicara berikutnya Bapak Andrew Hendrawan sebagai Founder & CEO Halosis yang membahas media komunikasi chatting Whatsapp yang saat ini sudah digunakan 112 juta pengguna di Indonesia sehingga menjadikan market share terbesar di Asia Tenggara, dan peringkat ke-3 di dunia setelah India dan Brazil. Tidak heran jika Meta sebagai pemilik Whatsapp, Facebook, dan Instagram memilih Indonesia sebagai pasar strategis untuk melakukan pengembangan berbagai fitur pada Whatsapp. Halosis hadir untuk menjadi jembatan akan hal tersebut dengan menyediakan berbagai solusi untuk meningkatkan komunikasi antara Rumah Sakit/Klinik dengan Pasien. Live Demo appointment pasien juga memperlihatkan integrasi antara Whatsapp dan SIM-RS Medinfras. Hal ini bertujuan agar peserta mendapatkan experience penggunaan Whatsap yang lebih luas dan yang terpenting dapat membantu Rumah Sakit/Klinik dalam mengedepankan kecepatan pelayanan kepada pasien dan meningkatkan pengalaman pasien yang lebih baik.
Pembicara berikutnya menyajikan “The Next and Seamless Hospital” yang merupakan sharing dari National Hospital Surabaya yang diwakili oleh Bapak Hanny Cahyadi sebagai General Manager Non-Medical Service. Beliau menyampaikan pengalaman implementasi “paperless” sejak tahun 2016 dan terakhir dukungan integrasi SIM-RS Medinfras yang memudahkan rumah sakit dan pasien/pelanggan rumah sakit dengan tersedianya bridging dengan berbagai devices dan system software lainnya seperti Self Check-in Kiosk, Self Payment Kiosk dengan mesin EDC BCA dan EDC Mandiri, Bridging Infusion Pump, Telekonsultasi, Transcribe Audio to Text, Digital Examination, Medical Report Analysis, Genomics Examination, dan Medicine Delivery. Hal ini semakin membuka wawasan baru dan lebih luas bagi semua peserta.
Laboratory information system (LIS) merupakan kebutuhan utama yang harus tersedia Setiap implementasi SIM-RS Medinfras akan selalu diikuti dengan implementasi Laboratory Information System (LIS). Hal ini dikarenakan LIS merupakan komponen utama yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium sekaligus mendukung mutu layanan rumah sakit. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Novianto Wahyudi, Senior IT PT Sysmex Indonesia, LIS yang dikembangkan PT Sysmex Indonesia, yaitu HCLAB, memiliki berbagai fitur unggulan, antara lain:
- Mendukung integrasi dengan berbagai sistem yang digunakan di Faskes
- Rule-Based Engine yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan, untuk mendukung proses otomatisasi
- Modul Quality Control (QC) yang komprehensif
- Dashboard interaktif yang dapat disesuaikan dengan KPI laboratorium
- Dukungan implementasi multisite untuk jaringan laboratorium
- Ketersediaan modul khusus, termasuk Mikrobiologi, Patologi Anatomi, dan Bank Darah
Sebagai catatan penting bahwa LIS HCLAB sudah digunakan lebih dari 430+ Faskes di Indonesia dengan dukungan customer support dari PT Sysmex Indonesia, 32 cabang dari PT Saba Indomedika, dan 4 cabang dari PT Kristalab Surya Medika.
Pembicara akhir sebagai penutup yaitu Bapak Hendri merupakan pembicara yang ditunggu-tunggu oleh semua peserta karena penyampaiannya yang lugas dan pengalaman yang matang dalam membangun aplikasi SIM-RS medinfras khususnya modul Elektronik Medical Record (EMR) dalam semua pertemuan dengan semua Tim Rumah Sakit/Klinik. Beliau menjelaskan situasi terkini dan yang akan datang terkait dengan perkembangan SIM-RS Medinfras dan salah satu topik penting lainnya yaitu terkait Artificial Intelligence dengan demo prototype Medical Prescribing SIM-RS Medinfras yang mengubah Voice menjadi Text.
Setelah selesai maka diskusi dilanjutkan dengan dr. Ricky Wibisono, Sp. A sebagai moderator yang membahas pertanyaan dari peserta kepada semua pembicara. Pada akhirnya acara ditutup oleh Bapak Louis Sastrawijaya sebagai salah satu motivational coach No.1 Indonesia yang sangat berpengaruh dengan menjelaskan 7 langkah yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi semua peserta yaitu Arah menuju pencapaian tertinggi, lingkungan yang mendukung, optimism yang membangun, Upaya melakukan yang terbaik, identitas diri yang menguatkan, sasaran yang bermakna.
Terima kasih atas partisipasi, semangat antusias, dan saran masukan dari semua peserta. Semoga bisa bertemu kembali di tahun 2026 dengan topik acara yang lebih menarik dan berguna dalam membangun digital transformasi bersama SIM-RS Medinfras di Rumah Sakit/Klinik.




